Tampilkan postingan dengan label artikel umroh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label artikel umroh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Desember 2012

Panduan Ringkas Ibadah Umroh


panduan umroh
Panduan ringkas ibadah umroh terkadang diperlukan untuk beberapa jamaah umroh, terutama jamaah umroh yang baru pertama kali hendak melaksanakan ibadah umroh, baik yang berangkat secara mandiri maupun melalui travel umroh dan haji. Berikut coba kami uraikan panduan ringkas ibadah umroh yang merupakan rangkaian daripada ibadah umroh itu sendiri.

SEBELUM BERANGKAT
1. Menggunting kuku
2. Merapikan rambut dan kumis
3. Mencukur rambut ketiak dan kemaluan

IHRAM DAN NIAT DI MIQAT
1. Mandi
2. Memakai minyak wangi di badan
3. Mengenakan pakaian ihrom
4. Berniat dalam hati, kemudian mengucapkan: "Labbaikallahuma umrotan"
    Bila khawatir ada halangan, baca: "Allaahumma mahilli haytsu habastanii"
    Menghadap kiblat membaca: "Allaahumma haadzihi umrah, laa riyaa-a fiihaa wa laa sum'ah"
5. Dilanjutkan dengan membaca talbiyah: "Labbaikallaahumma labbaik, labbaika laa syariika lakka labbaik,
    innal hamda wanni’mata laka wal mulk laa syariika lak"
6. Bacaan talbiyah dilanjutkan sendiri - sendiri sampai dengan sebelum Thawaf
7. Berwudlu

MASUK MASJIDIL HARAM
Dengan kaki kanan terlebih dahulu, membaca: "Allaahummaftahlii abwaaba rohmatik"

THAWAF KELILING KA’BAH
Persiapan:
- Saat thawaf, laki2 idhtiba’ (memakai ihram, dengan posisi pundak kanan terbuka dan pundak kiri tertutup).
- Thawaf harus suci dari hadast besar dan kecil
Pelaksanaan:
1. Mulai thawaf dari sudut hajar aswad apabila memungkinkan, menciumnya dan jika tidak, cukup mengusap atau dengan isyarat. semuanya sambil membaca: "Bismillaahi Allaahu akbar"
2. Untuk laki2, melakukan roml (lari-lari kecil pada 3 putaran pertama)
   - Tidak ada bacaan khusus, bisa membaca Al Quran, doa atau zikir
   - Jangan thawaf di dalam hijr ismail
3. Sampai di rukun yamani, kalau bisa usap rukun yamani usaplah, jika tidak, tidak ada lambaian tangan
4. Antara rukun yamani dan hajar aswad membaca:"Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanah wafil aakhirati hasanah waqinaa ‘adzaabannaar"
Langkah 1,3,4 dilakukan 7 kali putaran Langkah 2 hanya untuk putaran 1-3
Keterangan:
•  selain hajar aswad dan rukun yamani tidak diusap
•  bila batal wudlu, harus mengambil wudlu dan melanjutkan jumlah sisa putaran
•  Setelah selesai thawaf, bahu kanan kembali ditutup dengan kain ihram

SHOLAT DI MAQAM IBRAHIM
Di maqom Ibrahim, baca : "Wattakhidzuu mim maqaami ibraahiima musholla"
•  Shalat 2 rakaat di belakang maqom Ibrahim atau bisa dimana saja di masjidil haram.
•  Rakaat pertama Al Kafirun, rakaat kedua Al Ikhlas

MINUM AIR ZAMZAM
Minum air zamzam dengan membaca basmalah, berdoa apa saja yg diiginkan dan diakhiri dengan hamdalah. Lalu air zamzam disiramkan ke kepala

KE HAJAR ASWAD
Kembali ke hajar aswad dan sentuh lagi hajar aswad. Kalau tidak bisa, cukup dengan melambaikan tangan saja.Kedua2nya dilakukan sambil membaca "Bismillaahi Allahu akbar"

SA’I DI SHOFA - MARWAH
•  Tidak harus wudlu.
1. Apabila telah mendekati bukit shofa baca: "Innash-shofaa wal marwata min sya’a- irillaah, faman hajjalbaita awi’tamaro falaa junaa ha álaihi ay-yaththowafa bihimaa, wa man tathowwa’a khoiron fa innallaaha syaakirun ‘aliim"
   Bacaan di atas hanya dibaca satu kali
2. Kemudian membaca: "Nabda-u bimaa bada-Allahu bih"
3. Setelah di atas bukit shofa, lalu menghadap kabah dan mengucapkan:
   "Allaahu Akbar (3x) laa-ilahailallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir, Laa-ilaha ilallaahu wahdah, anjaza wa’dah wa nashoro abdah wa hazamal ahzaaba wahdah" Baca sebanyak 3x
   Berdoa apa saja diantaranya
4. Berjalan ke Marwah, sambil zikir/doa
5. Bila ketemu tanda hijau, untuk laki2 berlari2 kecil sampai tanda berikutnya Bacaan diantara kedua tanda hijau: "Robbighfir warham innaka antal a‘azzul akram"
6. Sampai di Marwah baca bacaan yang sama dengan di Shofa sambil menghadap ka’bah
7. Turun lagi ke arah Shofa, untuk hitungan  ke-2. Begitu seterusnya sampai 7 kali, maka sai berakhir di Marwah

TAHALLUL
Mencukur rata rambut, lebih afdhol menggundulkannya

KELUAR MASJIDIL HARAM
Dengan kaki kiri duluan dan membaca: "Allaahumma inni as-aluka min fadlik"

Demikianlah panduan ringkas ibadah umroh yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan bermanfaat bagi calon jamaah yang berniat melaksanakan ibadah wisata umroh.

Paket Travel Baitussalam Jakarta



Jumat, 07 Desember 2012

Mengenal Perbedaan Umroh dan Haji

perbedaan umroh haji
Travel Umroh Baitussalam - Banyak orang yang belum mengenal perbedaan umroh dan haji, padahal ibadah umroh dan ibadah haji itu memiliki beberapa perbedaan walaupun sama-sama dilaksanakan di tanah suci Mekkah. Ibadah umroh dan ibadah haji juga sama-sama dapat menghasilkan pahala yang besar dari Allah, apabila kita dapat mencapai kesempurnaan ibadah tersebut. Baik, langsung saja kita mengenal perbedaan umroh dan haji. 
Dilihat dari segi waktu, ibadah haji memiliki waktu-waktu tertentu yaitu bulan-bulan tertentu yang tidak sah niat ihram haji kecuali di dalamnya. Adapun bulan-bulan tersebut yaitu: syawal, dzulqo’dah, dan 10 hari pertama dari bulan dzulhijjah. Sedangkan umrah, maka hari-hari dalam setahun adalah merupakan waktu dibolehkannnya untuk niat ibadah umrah, kecuali waktu-waktu haji bagi orang yang berniat ihram haji saja di dalamnya.

Adapun
dari segi manasik, dalam rangkaian ibadah haji terdapat wukuf di arafah, mabit di mudzdalifah dan di mina, melempar jumrah. Sedangkan umrah, hal-hal di atas tidak perlu dilakukan. Yang mana umrah hanya terdiri dari niat ihram, thowaf dan sai, halq atapun tahallul.

Ulama’ sepakat atas kewajiban menjalankan ibadah haji bagi yang mampu, sedangkan dalam umrah terdapat perbedaan pendapat hukum menjalankannya, apakah ia wajib atau tidak bagi yang mampu.


Mengenal perbedaan umroh dan haji sangat diperlukan. Ada beberapa perbedaan antara Haji dan Umrah, di antaranya sebagai berikut :

  • Umrah tidak memiliki waktu tertentu dan tidak bisa ketinggalan waktu.
  • Dalam umrah tidak ada wukuf di Arafah dan tidak ada pula singgah di Muzdalifah.
  • Dalam umrah tidak ada kegiatan melontar jumrah.
  • Tidak ada jamak antara dua shalat seperti dalam pelaksanaan haji. Demikian menurut Ulama Hanafiyah, Malikiyah, dan Hanabilah. Sedangkan ulama Syafi’iyah berpendapat dibolehkan jamak dan qashar. Menurut mereka, haji dan umrah bukanlah sebab bagi bolehnya jamak antara dua shalat, melainkan sebabnya adalah karena safar (perjalanan).
  • Tidak ada thawaf qudum dan tidak ada pula khutbah.
  • Miqat umrah untuk semua orang adalah Tanah Halal. Sedangkan dalam ibadah haji, miqat bagi orang Makkah adalah Tanah Haram.
  • Menurut ulama Malikiyah dan Hanafiyah, hukum umrah adalah sunah muakkad sedangkan haji hukumnya adalah fardhu. Menurut ulama Hanafiyah, pada ibadah umrah tidak ada Thawaf Wada sebagaimana dalam haji. Membatalkan umrah dan melakukan thawaf dalam keadaan junub tidak diwajibkan membayar denda seekor unta yang digemukkan (al-badanah) sebagaimana diwajibkan dalam ibadah haji.
Demikianlah sedikit pemaparan untuk mengenal perbedaan umroh dan haji. memang terdapat beberapa perbedaan pendapat di antara para Ulama, namun itu adalah berkahnya ikhtilaf. smoga sedikit penjelasan ini bermanfaat bagi kita semua.