Tampilkan postingan dengan label Ibadah Haji. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ibadah Haji. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 22 Desember 2012

Berjalan sejauh 5800 kilometer agar bisa berhaji

SenadHadzic (47 tahun) seorang pria asal Bosnia Herzegovina rela berjalan kaki sejauh 5800 kilometer menuju Kota Makkah, Arab Saudi. Tujuannya sebagai seorang muslim sama dengan penganut Islam lainnya di seluruh dunia yakni menunaikan ibadah Haji.

Situs emirates247.com melaporkan, Senin (22/10), Hadzic diperkirakan sampai di Makkah pekan ini. Dia berangkat dari Kota Banovici, sebelah timur laut Bosnia Herzegovina, Desember tahun lalu. Selama perjalanannya itu dia melewati enam negara, termasuk Turki, Yordania, dan Suriah, sebelum akhirnya memasuki Arab Saudi.

Hadzic sempat menjelaskan tujuannya itu di situs berbagi video Youtube. Dia mengatakan rela berjalan kaki sampai beribu-ribu kilomater itu lantaran tidak memiliki cukup uang. "Saya putuskan untuk berjalan kaki ke Arab saudi dengan uang Rp 2,5 juta," ujarnya.

Demi mewujudkan semua itu dia rela tidur di masjid, sekolah, tempat umum, hingga di rumah seseorang yang menawarkannya tempat. Ketika seseorang menanyakan apakah dirinya tidak takut saat melewati tempat berbahaya dan rawan konflik, Hadzic menjawab, "Kenapa harus takut jika Tuhan bersama saya," katanya. 

Ketakutan justru datang dari orang lain mengingatkan Hadzic untuk berhati-hati melintasi negara mayoritas penduduknya Nasrani seperti Serbia dan Bulgaria. Mereka takut terjadi sesuatu pada lelaki itu. Dia menjelaskan ketika sampai di Serbia orang banyak justru keluar rumah dan memberikannya topi atau kaus kaki. Bahkan, pada suatu hari seorang profesor asal Serbia mengundang dirinya untuk tinggal di rumahnya.

Profesor yang menganut protestan itu menjelaskan pada Hadzic bahwa dia merupakan orang muslim pertama yang pernah menginap di kediamannya selama hidupnya. "Perjalanan ini memang memiliki sejuta masalah. Namun saya katakan pada Anda jika sudah menjadi kehendak Tuhan maka saya memasuki Asia hari ini dan Suriah. Saya tidak takut dengan mobil lapis baja atau peluru. Saya hanya takut Tuhan, dan sesampainya di Makkah saya akan berdoa untuk kita semua," ujar Hadzic.

Setiap tahun seluruh umat muslim dari seluruh dunia menunaikan ibadah Haji. Islam memang mewajibkan umatnya yang mampu secara jasmani dan rohani untuk menunaikan rukun Islam kelima itu. Suatu kenikmatan yang sangat tak terhingga bila kita mampu menjalankannya suatu saat nanti, amien.

Sabtu, 15 Desember 2012

Menunaikan haji dengan harta haram, sahkah?


Menunaikan ibadah haji adalah keinginan hampir seluruh umat islam di penjuru dunia. Namun rukun Islam ke lima ini tidak mudah dilaksanakan oleh seluruh umat muslim. Karena ada salah satu syarat wajib haji yang tidak mudah dipenuhi oleh umat muslim, yaitu mampu secara fisik dan finansial. Pertanyaan selanjutnya adalah jika seorang muslim mampu secara finansial dan sudah memenuhi semua syarat wajib haji sebelumnya, bolehkah ia menunaikan haji dengan harta haram


Untuk mengetahui hukum menunaikan haji dengan harta haram, mari kita simak beberapa pendapat ulama berikut ini. Jumhur ulama berpendapat bahwa menunaikan ibadah haji dengan harta yang haram dianggap sah, meskipun haji itu tetap bernoda karena menggunakan harta haram. Sedangkan menurut pendapat Ahmad, menunaikan ibadah haji dengan harta haram tidak sah dan tidak akan diterima oleh Allah SWT. Pendapat inilah yang paling shahih, berdasarkan dalil dari hadits Rasulullah Saw yang berbunyi: "Sesungguhnya Allah itu bersih, Allah tidak menerima, kecuali yang bersih pula" (HR. Ahmad).
Dalam riwayat lain Rasulullah Saw juga bersabda, "Apabila seseorang pergi menunaikan ibadah haji dengan harta yang halal, maka ketika ia meletakkan kakinya saat akan menaiki kendaraan dan berseru labbaikallahumma labbaika, maka diapun akan dipanggil oleh penyeru dari langit  labbaika wa sadaika(mudah-mudahan Allah memperkenankan hajimu dengan sebaik-baiknya), perbekalan engkau adalah halal, haji engkau diterima Allah, tidak dicampurinya oleh dosa. "

"Ketika seseorang pergi dengan harta haram, ketika ia meletakkan kakinya saat menaiki kendaraan, diapun menyerukan labbaika , niscaya diserulah dia oleh yang menyeru dari langit, la labbaika wasa'daika (mudah-mudahan Allah tidak memperkenankan hajimu dengan sebaik-baiknya). Perbekalanmu adalah haram, nafkahmu adalah haram, hajimu bercampur dengan dosa tanpa dipahalai. "(HR. At-Thabari).
Menurut Al Munziri, hadits ini diriwayatkan oleh Ath Thabarani dalam Al Ausath dan diriwayatkan oleh Al Ashbahani dari hadits Aslam Maula Umar Ibn Khatthab secara mursal . Bagaimana pendapat anda tentang menunaikan haji dengan harta haram 

Jumat, 07 Desember 2012

Manfaat Melaksanakan Ibadah Haji dalam Kehidupan

manfaat haji
Travel Baitussalam - Berkenaan dengan Manfaat Melaksanakan Ibadah Haji dalam kehidupan, pada dasarnya masalah ibadah dalam ajaran agama Islam yang dijadikan sebagai obyek adalah ibadahnya itu sendiri. Akan tetapi hal ini tidak menjadi sebuah penghalang jika dalam melaksanakan suatu ibadah ada manfaat-manfaat lain yang berkaitan dengan masalah keduniaan, terutama dalam hal ibadah haji. Masalah keduniaan dan masalah agama, menurut pandangan Islam dapat saling melengkapi. 

Sebagaimana Allah berfirman: “Supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka”. (QS. 22 : 28). 

Selain mengandung makna rohani, ibadah haji juga merupakan muktamar Islam yang rutin diadakan setiap tahunnya, sebagai pendorong terhadap kaum muslimin agar senantiasa bersatu, saling tolong menolong dan saling kenal mengenal. Sebagai buktinya ialah semua syiar-syiar ibadah haji dilakukan secara kolektif atau berjamaah, mencakup semua kaum muslimin yang datang dari berbagai penjuru dunia. Dan setiap perkumpulan yang didasari dengan takwa dan taat kepada Allah, tentu lebih utama dan lebih berbakti daripada perkumpulan orang-orang lainnya. 

Keuntungan bersama yang dihasilkan dari ibadah haji ini bermacam-macam pula dan mencakup segi-segi politik, ekonomi dan sosial. Dengan berkumpulnya ribuan kaum muslimin dari seluruh penjuru dunia, yang di antara mereka terdapat ahli-ahli pikir, para ilmuwan dan para ahli politik, membuat ibadah haji ini seolah-olah merupakan muktamar yang besar. Mereka bisa melakukan tukar pikiran demi kebaikan umat Islam, seperti memusyawarahkan penerapan syariat Islam di negaranya masing-masing, pembangunan di sektor pertanian, industri dan lain sebagainya. Dan bagi tiap-tiap negara Islam yang kaya mempunyai kewajiban dan tanggung jawab terhadap negara-negara Islam lain yang masih miskin. 

Rasulullah telah bersabda :

“Engkau lihat orang-orang mukmin dalam kasih sayang, mereka antara sesama bagaikan tubuh, apabila salah satu anggota sakit, maka seluruh tubuh akan terserang demam dan tak bisa tidur (Hadits riwayat Bukhari)”. 

Ibadah haji juga memperkuat ukhuwah Islamiyah di antara bangsa-bangsa Islam, mengajak untuk saling tolong menolong, dan mengingatkan agar yang kuat membantu yang lemah dan yang kaya senantiasa membantu yang miskin.

Itulah sebagian daripada manfaat melaksanakan ibadah haji dalam kehidupan, mudah-mudahan kita semua termasuk orang-orang yang memiliki kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji di baitullah.


Mengenal Perbedaan Umroh dan Haji

perbedaan umroh haji
Travel Umroh Baitussalam - Banyak orang yang belum mengenal perbedaan umroh dan haji, padahal ibadah umroh dan ibadah haji itu memiliki beberapa perbedaan walaupun sama-sama dilaksanakan di tanah suci Mekkah. Ibadah umroh dan ibadah haji juga sama-sama dapat menghasilkan pahala yang besar dari Allah, apabila kita dapat mencapai kesempurnaan ibadah tersebut. Baik, langsung saja kita mengenal perbedaan umroh dan haji. 
Dilihat dari segi waktu, ibadah haji memiliki waktu-waktu tertentu yaitu bulan-bulan tertentu yang tidak sah niat ihram haji kecuali di dalamnya. Adapun bulan-bulan tersebut yaitu: syawal, dzulqo’dah, dan 10 hari pertama dari bulan dzulhijjah. Sedangkan umrah, maka hari-hari dalam setahun adalah merupakan waktu dibolehkannnya untuk niat ibadah umrah, kecuali waktu-waktu haji bagi orang yang berniat ihram haji saja di dalamnya.

Adapun
dari segi manasik, dalam rangkaian ibadah haji terdapat wukuf di arafah, mabit di mudzdalifah dan di mina, melempar jumrah. Sedangkan umrah, hal-hal di atas tidak perlu dilakukan. Yang mana umrah hanya terdiri dari niat ihram, thowaf dan sai, halq atapun tahallul.

Ulama’ sepakat atas kewajiban menjalankan ibadah haji bagi yang mampu, sedangkan dalam umrah terdapat perbedaan pendapat hukum menjalankannya, apakah ia wajib atau tidak bagi yang mampu.


Mengenal perbedaan umroh dan haji sangat diperlukan. Ada beberapa perbedaan antara Haji dan Umrah, di antaranya sebagai berikut :

  • Umrah tidak memiliki waktu tertentu dan tidak bisa ketinggalan waktu.
  • Dalam umrah tidak ada wukuf di Arafah dan tidak ada pula singgah di Muzdalifah.
  • Dalam umrah tidak ada kegiatan melontar jumrah.
  • Tidak ada jamak antara dua shalat seperti dalam pelaksanaan haji. Demikian menurut Ulama Hanafiyah, Malikiyah, dan Hanabilah. Sedangkan ulama Syafi’iyah berpendapat dibolehkan jamak dan qashar. Menurut mereka, haji dan umrah bukanlah sebab bagi bolehnya jamak antara dua shalat, melainkan sebabnya adalah karena safar (perjalanan).
  • Tidak ada thawaf qudum dan tidak ada pula khutbah.
  • Miqat umrah untuk semua orang adalah Tanah Halal. Sedangkan dalam ibadah haji, miqat bagi orang Makkah adalah Tanah Haram.
  • Menurut ulama Malikiyah dan Hanafiyah, hukum umrah adalah sunah muakkad sedangkan haji hukumnya adalah fardhu. Menurut ulama Hanafiyah, pada ibadah umrah tidak ada Thawaf Wada sebagaimana dalam haji. Membatalkan umrah dan melakukan thawaf dalam keadaan junub tidak diwajibkan membayar denda seekor unta yang digemukkan (al-badanah) sebagaimana diwajibkan dalam ibadah haji.
Demikianlah sedikit pemaparan untuk mengenal perbedaan umroh dan haji. memang terdapat beberapa perbedaan pendapat di antara para Ulama, namun itu adalah berkahnya ikhtilaf. smoga sedikit penjelasan ini bermanfaat bagi kita semua.


Rabu, 05 Desember 2012

Urutan kegiatan pelaksanaan ibadah haji

ibadah haji

Dalam melaksankan kegiatan ibadah haji itu ada tata cara aturan yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh setiap jamaah haji,baik itu jamaah haji plus maupun haji reguler.Salah satu tatacara cara yang harus diperhatikan dan dilaksankan oleh setiap jamaah haji adalah urutan kegiatan pelaksanaan ibadah haji dari A sampai Z atau dari awal pertama kali menginjakkan kaki di tanah suci sampai dengan kembali ke tanah air nantinya.

Berikut ini adalah kegiatan utama dalam melaksankan ibadah haji :

  • Sebelum tanggal 8 dzulhijjah. Umat islam dari seluruh dunia mulai berbondong bondong untuk melaksankan  haji dalam hal ini thawaf haji di Masjidil Haram, Mekkah.
  • Tanggal 8 Dzulhijjah. jamaah haji bermalam di Mina.Pada pagi tanggal 8 Dzulhijjah semua ummat Islam di seluruh dunia memakai pakaian ihram ( dua lembar kain tanpa jahitan sebagai pakaian haji). kemudian melaksanakan niat haji dan membaca bacaan talbiyah.Jamaah kemudian menuju Mina, sehingga malam harinya semua jamaah haji harus bermalam di mina
  • Tanggal 9 Dzulhijjah, Pagi harinya semua jamaah haji pergi ke Arafah untuk selanjuya melaksanakan ibadah wukuf, yaitu berdiam diri dan berdoa di padang luas ini hingga maghrib tiba.Ketika malam sudah tiba, seluruh jamaah haji segera menuju dan rmalam di ( mabit ) di Muzdalifah.
  • 10 Dzulhijjah, setelah pagi di Muzdalifah,jamaah segera menuju mina untuk melaksankan jumrah Aqobah, yaitu melempar batu krikil sebanyak 7 kali ke tugu pertama sebagai simbolisasi dalam mengusir syaitan. Setelah mencukur rambut atau sebagian rambut, jamaah bisa melaksanan tawaf haji ( menyelesaikan haji ), atau bermaam di Mina untuk selanjutnya melaksankan Jumroh selanjitnya, yatu jumroh ula dan wustho.
  • 11 Dzulhijjah, melempar jumroh sambungan ( ula ) di tugu pertama, tugu kedua dan tugu ketiga.
  •  Sebelum pulang ke negara masing-masing,  jamaah melaksankan thawaf wada' ( thawaf perpisahan )
Demikian urutan kegiatan pelaksanaan ibadah haji, semoga urutan ini bisa menjadi acuan para jamaah dalam melaksankan ibadah haji, terutama pada kegiatan utama pelaksanaan ibadah haji tersebut.
ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free

Minggu, 02 Desember 2012

Nilai-nilai Ritual Ibadah Haji

ibadah haji
Ibadah haji merupakan salah satu ibadah yang penuh dengan hikmah dan nilai-nilai ritual. Namun, masih banyak di antara kita yg belum mengetahui apa saja nilai-nilai ritual ibadah haji.
Ibadah haji terdiri dari rangkaian ritual yang saling berkesinambungan satu sama lain, merupakan warisan turun-temurun yang mana di dalamnya terdapat pesan baik secara eksplisit maupun inplisit yang sering kali  mendekati makna esoteric. Kandungan nilai-nilai yang terismpan dalam ibadah haji itulah yang akan mengantarkan kepada sejatinya manusia sebagai hamba, dan mahluk sosial.
Tujuan ibadah haji yang dilakukan umat Islam bukan untuk Allah, tetapi untuk mendekatkan diri kepada-Nya. Hakikat manusia sebagai makhluk  dipraktikkan dalam pelaksanaan ibadah haji, dalam acara-acara ritual, atau dalam tuntunan non-ritualnya, dalam bentuk kewajiban atau larangan, dalam bentuk nyata atau simbolik dan semuanya, pada akhirnya mengantarkan seorang haji hidup dengan pengamalan dan pengalaman kemanusiaan universal.

Ihram : Di sinilah pijakan pertama kali ritual ibadah haji di mulai, meliputi mandi sunah, mengenakan pakaian ihram, niat dan sholat sunah sebanyak 2 rakaat.
Niat merupakan tiang bagi semua ibadah.Maka tidaklah salah jika nilai sebuah ibadah tergantung pada niatnya dan kesempurnaan ibadah terletak pada prakteknya.
Ihram terdapat berbagai muatan nilai berupa theologis bahwa esensi haji absolut sebagai bentuk panghambaan kepada Allah, dengan niat pengesaan tanpa unsur duniawi. Dimensi psikologis setiap manusia akan merasakan gejolak jiwa ketika bertemu dengan yang disukainya, baik berupa perasaan senang, khawatir, takut dan lain sebagainya. Seperti hal nya ketika Ihram saat melepas semua pakaian berjahit dan berniat melakukan haji dengan segala bentuk ritual yang disyariatkan, berbagia rasa berbaur dalam hati manusia.Hingga mencapai sebuah puncak pengalaman spiritual manusia sebagai hamba yang bersifat universal.

Thawaf: yakni mengelilingi ka’bah sebanyak tujuh kali. Al Qur’an menyebutkan Ka’bah merupakan rumah yang pertama kali dibangun, Peletakan batu pertama oleh nabi Ibrahim As pada pusat bumi berdasarkan ilham ilahi, Ka’bah secara vertikal satu titik dengan baitul ma’mur yakni tempat dimana para malaikat bertawaf. Penelitian sains telah mengungkap sebuah fakta bahwa Ka’bah terletak di pusat bumi, sebagai simbol rotasi alam semesta dimana matahari sebagai pusat tata surya dikelilingi oleh planet-planet.Disebutkan dalam riwayat bahwa ritual thawaf pertama kali dilakukan oleh nabi Adam As. Sebagi bentuk pertaubatan kepada Allah Swt. Ka’bah dikelilingi oleh jutaan umat muslim diseluruh dunia dengan membentuk putaran yang memusat pada satu titik, dengan penuh pengharapan, kerendahan diri dan penyucian jiwa. Semua manusia ketika berthawaf memusatkan gerakan kepada Ka’bah meski himpitan dan desakan tak dapat dihindari.
Thawaf merupakan simbol perjuangan manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Menyatukan langkah dan memusatkan hati kepada eksistensi sang pencipta. Sehingga ketika ideologi manusia terpusat pada eksistensi sang pencipta, maka segala elemen yang ada mengitari pusatnya dan keridhoan Allah Swt lah merupakan hadiah terindah dalam kehidupan.

Sa’i: secara literal berlari-lari kecil antara bukit Shafa dan Marwah selama tujuh kali putaran, banyak para ulama menafsirkan makna di balik angka tujuh ini, diantaranya tujuh lapisan langin dan bumi, namun apapun makna dibalik itu semua, ritual Sa’i dengan tujuh kali putaran bersifat tawqifi dan hakikat sebenarnya hanya diketahui oleh sang pencipta.
Sa’i memiliki simbol eskistensi perjuangan hidup manusia bahwa kehidupan selalu bergerak dan usaha merupakan bukti dari pada pergerakan hidup.
Dipandang dari segi sejarah, sa’i dilakukan pertama kali oleh seorang perempuan yang bernama Siti Hajar, beliau berlari-lari antara bukit Shafa dan Marwa selama tujuh kali, dengan tujuan mencari air untuk sang buah hati yakni Ismail As. Kala itu mereka berdua berada di padang pasir yang tandus tanpa oase maupun pepohonan. Demi bertahan hidup sang buah hati, sang ibu bersusah payah mencari air, karna airlah merupakan sumber kehidupan. Dan Kami jadikan dari air segala sesuatu”(QS.Al Anbiya:30)
Di sini ada hal yang menarik untuk disimak.Ada simbol perempuan dalam perjuangan, kasih sayang dan tanggung jawab. Ketika ia sendirian tanpa seorang suami, hanya berdua dengan sang buah hati yang saat itu tak henti-henti menangis, dengan kondisi fisik yang lemah hingga tak dapat memberikan ASI, sosok Hajar begitu kuat dengan segala keterbatasn fisik ia mampu berlari-lari mencari sumber kehidupan, satu dua kali bahkan sampai tiga kali hingga tujuh kali dia tak putus asa terus dan terus berlari hingga akhirnya ia menemukan pancaran air dari kaki sang bayi. Dalam kelemahan seorang perempuan terdapat harapan serta  semangat yang kuat dan bukti dari pada kasih sayang seorang ibu kepada sang buah hati segala pengorbanan akan ia perjuangkan.
Tokoh Siti Hajar mewakili sosial kultural saat itu dimana kedudukan wanita dipandang rendah, dan identitas Hajar sebagai budak dari kasta rendah, yang dipandang sebelah mata oleh masyarakat kala itu. Namun Allah Swt  melalu sosok Siti Hajar mengangkat derajat perempuan tanpa memandang status sosial semua sama dihadapan Allah Swt. 
Bukti ketaatan perempuan sebagai seorang istri, yang ditinggalkan suaminya dipadang pasir yang tandus masih terkenang sampai saat ini, bukti dari perjuangan seorang ibu untuk sang buah hati kini menjadi ritual suci dalam ibadah haji.
Air zam-zam sampai saat ini masih terus mengalir, bersih dan penuh berkah mengisyaratkan bahwa layaknya manusia mencari sumber kehidupan yang bersih, halal sehingga memberikan keberkahan. makna lain dari sa’i ialah layaknya manusia melepaskan dirinya dari rasa takut dan hanya berharap dan meminta kepada Allah Swt.

Wuquf Arafah: wuquf merupakan tiang utama dari ibadah haji sebagai mana sabda Rasulluallah Saw.” Al haju arafah”.Wuquf di Arafah merupakan ritual yang paling sakral dalam prosesi ibadah haji.Wuquf secara eptimologi yakni berdiam diri.Dalam ayat-ayat al qur’an terdapat banyak korelasi antara haji dengan mengingat Allah Swt. Dalam surat Al Baqarah ayat 199-203 disebutkan esensi ibadah haji secara berurutan yakni mengingat Allah Swt. Sehingga wuquf memiliki makna berdiam diri dipadang yang luas untuk mengingat Allah Swt. dengan berdoa dan memaknai hakikat siapa diri ini dan kemana akan kembali.
Wuquf memiliki pesan persamaan semua manusia dari seluruh penjuru dunia, tanpa memandang ras, suku, martabat, tahta, bahasa dan lain sebagainya. Mereka berada dalam satu tempat yang sama, dengan satu kain pakaian yang sama, di bawah sengatan sinar matahari, semua sama-sama bermunajat kepada Allah Swt. Tak ada yang membedakan satu sama lainnya dihadapan Allah Swt. Kecuali ketakwaannya. Semua manusia akan berasal dari-Nya dan akan kembali kepada-Nya.
Wuquf merupakan gambaran hari mahsyar, dimana kelak seluruh manusia dikumpulkan di bawah sengatan matahari tanpa sehelai kain, hanya amal merekalah yang menentukan. Sebagaimana Allah Swt. Berfirman dalam surat Al Syu’ura:88-89 “Hari dimana harta dan anak-anak tak akan berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih. Dan di hari itu didekatkanlah surga kepada orang-orang yang bertaqwa, dan diperlihatkan dengan jelas neraka kepada orang- orang yang sesat)”.
Wuquf memiliki pisikologis ketika manusia merasa satu perasaan, memiliki persamaan maka akan menimbulkan rasa saling memiliki, saling mengasihi dan menimbulkan persaudaraan. Dari persaudaraan ini lah timbul persatuan. Dalam skala besar makna persatuan umat muslim diseluruh dunia merupakan sumber kekuatan Islam.
Wuquf memberikan cerminan persamaan status terhadap sesama, ketika kita memahami hakikat maka semua sama tak ada status. Kelas yang membedakan derajat manusia. Hanya ketaqwaanlah yang membedakan makhluk di hadapan sang pencipta. Di samping itu wuquf merupakan manifestasi kebahagiaan manusia, dengan menanamkan nilai-nilai wuquf  manusia maka akan terealisasi  ketenangan dan kebahagiaan dalam kehidupan. Karna hakikat hidup dengan mengingat Allah Swt kita tahu siapa sejatinya diri kita.
Dalam prosesi wukuf menuju melempar jumrah ada dimensi waktu perputaran siang dan malam, para Jemaah haji bermalam di muzdalifah, mengumpulkan batu dan kerikil guna melempar jumroh di mina.Di sini ada dimensi waktu dalam ritual perputaran siang dan malam.Dimana perputaran dua alam mengisyaratkan supaya manusia tidak melenceng kearah kanan dan kiri, selau konsisten dalam setiap keadaan.

Melempar jumroh:yakni melempar tujuh kali batu di mina pada tiga tempat yakni jumrah aqobah, wusto dan ula. Melempar jumroh merupakan simbol pengusir syetan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim As. Ketika beliau hendak melaksanakan perintah Allah Swt. Untuk menyembelih Nabi Ismail As. Melempar jumroh memiliki makna pembersihan sifat-sifat kesetanan dalam diri manusia, keegoisan dan simbol nyata bahwa setan merupakan musuh manusia artinya pelemparan batu yang berkali-kali dan dalam tempat yang berbeda, mengisyaratkan bahwa dengan segala macam cara syetan akan mengajak anak cucu adam dan menyesatkannya dari jalan yang lurus. Makna lainnya dari melempar jumroh adalah pembebasan hati manusia dari hawa nafsu dan menjauhi perintah syetan, menuju kepada ketaatan yang hakiki.

Berqurban: Secara eptimologi yakni dekat atau mendekatan diri. Dalam Haji berqurban berarti mendekatkan diri kepada Allah, melalui penyembelihan ternak yang merupakan simbol kepatuhan dan ketaatan sebagai salah satu bentuk ketaqwaan kepada Allah Swt.
Dimensi sejarah qurban merupakan puncak pengorbanan tertinggi dari bapa pada nabi setelah melewati fase-fase ujian dan cobaan yang begitu berat, sampai akhirnya nabi Ibrahim As. Dapat melewati segala proses tersebut. Nabi Ibrahim sebagai simbol seorang ayah yang merelakan anaknya di qurbankan, padahal sang buah hati sangat disayanginya, sejak kecil ikatan seorang ayah dengan anaknya terpisahkan, ketika menginjak dewasa nabi Ibrahim As. Harus mempersembahkan sang buah hatinya kepada sang pencipta. Artinya qur’ban merupakan totalitas kepasrahan, kerelaan seorang hamba.Dan merupakan persembahan terbaik dari seorang hamba. Karna persembahan terbaik itulah yang akan diterima oleh Allah Swt. Sebagaimana dikisahkan oleh kedua anak Adam, Qabil dan Habil.
Selain itu, qurban adalah simbol perjuangan manusia mewujudkan solidaritas sosial ekonomi demi kesejahteraan bersama. Rasyid Ridho menyatakan, bahwa: “ ibadah qurban melambangkan perjuangan kebenaran yang menuntut tingkat kesabaran, ketabahan dan pengorbanan yang tinggi”.  Pandangan ini mengajak kita untuk menaruh perhatian yang tinggi kepada dimensi moral dan perjuangan kemanusiaan ini.Dan semua harus terus diperjuangkan bagi terwujudnya keadilan dan kesejahteraan sosial.Kepemihakan Islam terhadap komunitas manusia yang miskin atau dimiskinkan oleh struktur sosialnya merupakan komitmen utama Islam. Menyembelih hewan adalah menyembelih sifat-sifat kebinatangan yang menyesatkan dan yang seringkali tidak peka dan tak peduli terhadap penderitaan orang lain.
Tahalul merupakan prosesi  dalam ritual ibadah haji dengan mencukur sebagian rambut. sebagai simbol rasa syukur dan pembersihan jiwa dari hal-hal yang kotor. Sehingga manusia kembali kepada fitrah asalnya.
Makna yang yang ada dalam ibadah haji baik secara ekplisit maupun inplisit dan esoteris inilah  selayaknya diaplikasikan oleh umat muslim dalam kehidupan sehari-hari.

Sekian penjelasan mengenai nilai-nilai ritual ibadah haji, mudah-mudahan dapat memberikan manfaat bagi kita.

Sabtu, 01 Desember 2012

Sekilas Tentang Sejarah Haji


Sekilas Tentang Sejarah Haji. Seperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa pada setiap tahunnya puluhan juta umat Islam sedunia mendambakan untuk bisa pergi ke Tanah Suci Mekah untuk melaksanakan ibadah haji. Bahkan, saat ini sekitar empat hingga lima juta umat Islam dari berbagai negara di belahan dunia ini sedang mempersiapkan diri guna melaksanakan ibadah haji.

Ibadah haji telah diperintahkan oleh Allah SWT sejak zaman Nabi Adam AS hingga Nabi Muhammad SAW.  Menurut Ali Syariati, ibadah haji adalah sebuah demonstrasi simbolis dari falsafah penciptaan Adam. Gambaran selanjutnya adalah sebuah pertunjukan akbar tentang hakikat penciptaan, sejarah, keesaan, ideologi Islam, dan umat
.
“Allah adalah sutradaranya. Sedangkan, skenario atau temanya adalah tentang bagaimana perbuatan orang-orang yang terlibat dan para tokoh utamanya adalah Adam, Ibrahim, Siti Hajar, Ismail, dan iblis. Adapun lokasinya adalah di Masjidil Haram (Ka’bah), Mas’a (tempat sai), Arafah, Masy’ar, dan Mina. Simbolnya adalah Ka’bah, Shafa, Marwa, siang, malam, matahari terbit, matahari tenggelam, berhala, dan upacara kurban. Pakaiannya adalah ihram dan aktor dari peran-peran dalam pertunjukan itu adalah umat Islam yang sedang melaksanakan ibadah haji,” kata Ali Syariati.

Sebagaimana seperti yang telah dijelaskan dalam berbagai literatur mengenai ibadah haji dan umroh, pelaksanaan ibadah haji telah disyariatkan sejak zaman Nabi Adam AS hingga zaman Nabi Muhammad SAW. Adapun tata cara ibadah haji yang disyariatkan kepada para nabi dan rasul itu umumnya lebih banyak berkisar pada pelaksanaan tawaf atau mengelilingi Ka’bah. Berikut ini adalah sejumlah tata cara ibadah haji yang dilaksanakan sejak zaman Nabi Adam AS hingga sekarang ini.

Nabi Adam AS

Setelah beberapa waktu sejak diturunkan ke bumi, Nabi Adam diperintahkan oleh Allah SWT pergi ke Baitullah di Mekah untuk melaksanakan ibadah haji.
Menurut sejumlah riwayat, Ka'bah dibangun oleh para malaikat. Dan selama lebih dari 2.000 tahun, malaikat sudah melaksanakan tawaf (mengelilingi Ka’bah). Nabi Adam AS kemudian mengikuti apa yang dilakukan malaikat.
Ka’bah awalnya telah dibangun oleh malaikat. Kemudian, Nabi Adam AS diperintahkan untuk membangun kembali Ka’bah. “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat ibadah) manusia ialah Baitullah di Bakkah (Makkah), yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS Ali Imran [3]: 96).

Nabi Hud dan Saleh

Para nabi setelah Adam AS juga melaksanakan ibadah haji ke Baitullah. Ibnu Katsir dalam kitabnya, Bidayah wa an-Nihayah, menyebutkan sebuah riwayat Imam Ahmad bin Hanbal ra, Ibnu Abbas ra berkata, “Ketika Nabi SAW sedang lewat di Lembah Usfan pada waktu berhaji, beliau berkata, ‘Wahai Abu Bakar, lembah apakah ini?’ Abu Bakar menjawab, ‘Lembah Usfan.’ Nabi Bersabda, ‘Hud dan Saleh AS pernah melewati tempat ini dengan mengendarai unta-unta muda yang tali kekangnya dari anyaman serabut. Sarung mereka adalah jubah dan baju mereka adalah pakaian bergaris. Mereka mengucapkan talbiyah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah’.”

Nabi Ibrahim AS dan Ismail AS

“Dan (ingatlah) ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di Baitullah (dengan mengatakan), ‘Janganlah kamu menyekutukan sesuatu pun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang bertawaf dan orang-orang yang beribadah, dan orang yang ruku dan sujud. Dan, serulah manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus, yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan’.” (QS al-Hajj [22]: 26-28).
Nabi Ibrahim diperintahkan Allah SWT untuk mengajak umat manusia mengerjakan ibadah haji ke Baitullah. Selanjutnya, nabi-nabi lainnya mengerjakan hal serupa.

Nabi Muhammad SAW

Ibadah haji disyariatkan pertama kali pada tahun keenam Hijriah. Sedangkan, Nabi Muhammad SAW melaksanakan ibadah haji pada tahun kesembilan Hijriah.
Banyak ayat Alquran yang memerintahkan Nabi SAW dan umat Islam untuk melaksanakan haji, sebagaimana tuntunan Allah dalam Alquran (QS 3: 97, 22: 27, 2: 196, 9: 2-3, 9: 17, 9: 28, dan 22: 27).
Adapun tuntunan yang mesti dilaksanakan adalah tawaf (QS 22: 29 dan 2: 125), sai antara Safa dan Marwa (QS 2: 158), wukuf (QS 85: 3, 89: 2, dan 2: 198-199), berkurban (QS 89: 2, 22: 28, dan 22: 36), dan tahalul atau mencukur rambut (QS 48: 27, 2: 196, dan 22: 29).

Demikianlah sekilas tentang sejarah ibadah haji, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua.

Sumber : http://www.umrohhaji-travel.blogspot.com

Travel Baitussalam Umroh

Rabu, 31 Oktober 2012

BPIH Tahun 2013 akan ditetapkan Bulan Maret





BPIH 2013



Ibadah haji bagi kaum muslimin di Indonesia saat ini sepertinya bukanlah suatu hal yang mewah, Mengingat semakin tahun banyak sekali kaum muslimin yang hendak melaksankan ibadah haji. Sehingga saking banyaknya kaum muslimin yang banyak mendaftar haji menyebabkan daftar tunggu ( waiting list ) di Indonesia semakin panjang,Semkain panjangnya daftar tunggu ini disebabkan selain jumlah jamaah yang mendaftar haji semakin banyak, juga disebabkan karena kuota haji dibatasi oleh pemerintah Arab Saudi.dan ini menyebabkan daftar tunggu haji yang menggunkan ONH Plus mencapai 2 tahun bahkan sampai ada yang 3 tahun, sementara yang menggunakan reguler harus menunggu 7 sampai 12 tahun.Walaupun BPIH tahun 2013 baru akan ditetapkan bulan maret, animo kaum muslim Indonesia semkin kuat untuk melaksanakan ibadah haji.



Bicara mengenai BPIH atau istilah lain Ongkos Naik Haji, Pemerintah berencana akan menetapkan BPIH 2013 tersebut pada bulan maret tahun depan.Rencana ini sendiri langsung disampaikan oleh Menteri Agama Suryadarma Ali, selasa (30/10). Kata beliau Bulan Januari Kementerian Agama akan menyampaikan draf BPIH sehingga selanjutnya pada Maret BPIH 2013 sudah dapat ditetapkan



Selain itu juga Suryadarma Ali meminta kepada DPR RI agar sesegera mungkin menetapkan Biaya Penyelenggaraan ibadah haji, sehingga diharapkan jamaah bisa punya waktu lebih banyak untuk melunasi biaya tersebut.Dengan begitu, kuota yang tersisa atau tak terserap akan jauh lebih kecil. Menag juga menyebutkan ada sejumlah komponen biaya yang akan dipertimbangkan dalam BPIH  2013. ‘’Ada biaya-biaya yang harus diperhitungkan jauh-jauh hari seperti soal kontrak rumah,’’ kata Menag. kontrak rumah menjadi pertimbangan utama.



Menag mengungkapkan, saat ini kontrak rumah atau pemondokan dilakukan per tahun. Pada 2013, dia berharap kontrak pemondokan dapat dilakukan dalam jangka panjang. ‘’Kami sudah berkomunikasi dengan pemilik rumah dan mereka memberikan respons baik untuk memenuhi keinginan kontrak itu. Mudah-mudahan saja kami bisa mendapatkan kontrak yang lebih panjang,’’ ujarnya.



Selain itu, Menag juga menyebutkan, adanya komponen harga tiket pesawat yang turut berpengaruh pada ongkos naik haji tahun depan. ‘’Harga ini sangat berfluktuatif karena ditentukan oleh harga bahan bakar pesawat,’’ ujar dia.



Pada kesempatan yang sama Anggito Abimanyu selaku Dirjen Penyelenggara haji dan umroh megatakan pihaknya akan mulai mengevaluasi masalah Biaya haji ini pada November mendatang. Masalah seperti kontrak perumahan, penerbangan, serta transportasi menjadi komponen utama yang akan dihitung untuk menentukan biaya naik haji tahun depan



Selanjutnya kita berharap, baik pemerintah maupun DPR ada kesepakatan bersama dalam penetapan BPIH tahun 2013 di bulan maret nanti, dan juga berharap agar Ongkos Naik haji 2013 tidak mengalami kenaikan yang signifikan, sehingga tidak terlalu memberatkan jamaah haji, baik jamaah haji ONH Plus maupun Haji Reguler.Kita juga berharap agar para penyelenggra haji baik itu dari pemerintah dalam hal ini Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh

maupun Travel Haji yang ada di Indonesia bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para calon tamu-tamu Allah.



Source : Jurnalhaji.com




ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free

Rabu, 17 Oktober 2012

Daftar Jamaah haji Indonesia Yang wafat










Salah satu persyaratan dalam melaksanakan ibadah haji adalah memiliki kartu kuning atau kartu kesehatan,artinya bagi jamaah yang sudah memiliki kartu kuning atau kartu sebagai tanda sudah disuntik maningitis jamaah tersebut sudah selesai menjalankan proses pemeriksaan kesehatan dan kartu kuning tersebut sebgai bukti bahwa jamaah tersebut dinyatakan sehat dan layak untuk menjalankan aktifitas ibadah haji di tanah suci.



Namun demikian, walaupun jamaah yang bisa berangkat ke tanah suci adalah jamaah yang sudah memenuhi persyaratan secara kesehatan, masih ada saja jamaah yang sakit atau di rawat di rumah sakit di tanah suci. Rata-rata penyebab jatuh sakitnya jamaah selama di tanah suci karena perubahan cuaca atau perbedaan cuaca di tanah air dengan di tanah suci, sehingga banyak jamaah yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan cuaca yang ada di tanah suci tersebut.



Selain jamaah yang sakit tidak sedikit pula jamaah yang wafat di tanah suci, banyaknya jamaah yang wafat rata-rata disebabkan gangguan pernafasan dan gangguan sirkulasi.Beberapa minggu yang lalu kami sempat mengulas tentang Informasi jamaah haji meninggal di tanah suci , dimana pada saat itu kami menginformasikan bahwa jamaah yang wafat sudah mencapai 11 orang sejak 11 hari kloter pertama diberangkatkan.Dan saat berita ini kami tulis daftar jamaah haji Indonesia yang wafat sudah mencapai 59 0rang.







Berikut Daftar jamaah haji Indonesia yang wafat baik di Madinah maupun di Mekkah.



1. Siti Rahmatia binti Yasin (67) dari embarkasi Ujungpandang, wafat di Rumah Sakit Arab Saudi karena mengalami gangguan sistem sirkulasi.



2.Sumardi SM (55) dari embarkasi Solo wafat saat shalat di Masjid Nabawi akibat gangguan sistem sirkulasi.



3. Indriano bin Khairunas  (49) dari embarkasi Padang wafat di Masjid Nabawi akibat gangguan system sirkulasi.



4. Juju bt Lili Adinata (54) dari embarkasi Jakarta wafat di pemondokan di Madinah juga akibat mengalami gangguan sistem sirkulasi.



5. Endang Rusmiyatun bt Rusmin (50) dari embarkasi Solo wafat di Madinah akibat sistem sirkulasi.



6. Saodah Muawanah bt Katiran (58) dari embarkasi Surabaya wafat dalam perjalanan di Madinah akibat mengalami ganguan sistem sirkulasi.



7. Yusupadi bin Marjo Suwito (62 th), jamaah haji kloter 3 asal embarkasi Solo tutup usia akibat serangan jantung di Makkah.



8. Yoso Sudarmo bin Pawiro Rejo (58), jamaah haji kloter 9 embarkasi Solo wafat di Madinah akibat gangguan sistem sirkulasi.



9. Toto bin Ahmad Rejo (64), jamaah kloter 1 Solo wafat di Madinah akibat gangguan sirkulasi.



10. Sumiyat Proyitno bin Karyono (53) kloter 17 embarkasi Jakarta meninggal di perjalanan akibat gangguan sirkulasi.



11.  Sarimanih bt Siarun (70) kloter 7 embarkasi Padang  tutup usia saat dirawat di RS An-Nur, Kota Makkah akibat penyakit hati yang kronis.



12.  Syaribanun HM Hasan (81) jamaah dari kloter 6 embarkasi Medan. Syaribanun tutup usia saat dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah.



13. Sutarno bin Prawirosuratno (63) asal kloter 5 embarkasi Solo tutup usia saat dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi akibat gangguan saluran pencernaan.



14. Samiah binti Akim (67) dari kloter 3 embarkasi Banda Aceh tutup usia saat dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI), Makkah, Sabtu (6/10) dinihari.



15. Suwardi bin Kartonawi (72) kloter 23 embarkasi Jawa Barat tutup usia saat berada di Pemondokannya, Madinah, Sabtu (6/10) dinihari.



16. Muji Rahayu Dwi Astuti bint Asrukan (34) kloter 10 embarkasi Solo wafat saat dirawat di Rumah sakit Arab saudi, Madinah.



17. Ilyas bin Tgk Syik (50) kloter 08 embarkasi Banda Aceh, wafat saat dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi, Madinah Akibat gangguan sistem syaraf.



18. Syaifullah bin RW Syamubi (65) kloter 9 embarkasi Palembang saat dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Madinah akibat mengalami gangguan pernafasan.



19. Rosna Siregar bt H Mhd Soleh (45) asal kloter 4 Medan, wafat saat dirawat di Rumah Sakit Pemerintah Kota Makkah akibat gangguan sistem sirkulasi.



20. Umuri bin Laheri (58) dari kloter 5 embarkasi Ujungpandang. Umuri wafat saat dirawat di RS Makkah karena gangguan sistem sirkulasi.



21. Jamaah asal kloter 2 Banda Aceh, Syarifuddin bin Juned (59) juga dilaporkan wafat saat dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) Makkah, akibat infeksi dan parasit.



22. M Chofiqi bin Imam Mochtar (58 tahun) jamaah calon haji asal Klaten dari Kloter 11 embarkasi Solo wafat di Masjidil Haram setelah menunaikan ibadah umrah, pukul 23.30, Ahad (7/10) waktu Arab Saudi.



23. Suripto bn suwandi (63 tahun) kloter 28 embarkasi Solo. Suripto wafat di pemondokan Madinah akibat gangguan sistem pernapasan.



24. Sudirman bin Abdullah (72) embarkasi Solo Kloter 55. Sudirman wafat di Bandara Jeddah akibat gangguan sistem pernafasan.



25. Suhaimin bin Abdul Gani (62) Kloter 25 embarkasi Ujungpandang. Ia wafat saat berada di Masjidil Haram akibat gangguan serangan sirkulasi.



26. Siti Maimunah bt H Naipin (66) kloter 34 embarkasi Surabaya. Ia wafat di Madinah akibat gangguan sistem sirkulasi.



27. Bakir Mustari bn H Mustari Pettarani (56) asal Kloter 25 embarkasi Ujungpandang wafat di Makkah akibat ganguan sistem sirkulasi.



28. Nurdiah bt Laadam (58 tahun) asal kloter 9 embarkasi Balikpapan.Nurdiah wafat saat beribadah di Masjidil Haram.



29. M Toli Habri Berkat bin Habri (63 tahun). Jamaah asal kloter 20 embarkasi Jakart itu wafat saat berada di pemondokannya di Madinah.



30. Desi Harni bt Ali (51) kloter 2 embarkasi Jakarta, wafat di Rumah sakit Arab saudi, Makkah akibat mengalami gangguan syaraf.



31. Endang Mulyana bin H Has (61) kloter 6 Jakarta, wafat di pemondokan Makkah akibat serangan jantung.



32. Aliyah bt M Aly (77) kloter 9 embarkasi Batam wafat akibat serangan jantung di pemondokan, Makkah.



33. Anah Maryamah bt Sanusri (71) embarkasi Bekasi wafat di pemondokan Makkah akibat serangan jantung.



34. Misdi bin M Ali (58) kloter 16 embarkasi Medan wafat di pemondokan karena gangguan sirkulasi.



35. Zaini bin  KH bustami (62) Kloter 21 Surabaya, wafat saat dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia, makkah akibat sistem sirkulasi.



36. Askiah bt Atak Darmawi (59) kloter 8 embarkasi Banda Aceh wafat di pemondokan di Makkah akibat gangguan sistem sirkulasi.



37. Ir Fadjar Bethawanta bin Bimo S (45) kloter 50 Embarkasi Bekasi wafat di Masjid akibat serangan jantung.



38. Endang Sri Prasetyaningsih bt Rochadi (54) kloter 18 Embarkasi Solo, wafat di Rumah Sakit Arab Saudi.



39. Slamet Masud bin Tari (71) kloter 28 embarkasi Solo wafat saat dirawat di BPHI Makakh akibat gangguan sistem sirkulasi.



40. Latifah Hanum bt Muhammad Kadar (62) kloter 12 embarkasi Medan wafat saat di perjalanan di Makkah akibat gangguan sistem sirkulasi.



41. Samsiah bt Pawelloi (77) kloter 23 embarkasi Ujungpandang wafat di Rumah Sakit Arab Saudi Makkah akibat gangguan sistem sirkulasi.



42. Muanam bn H Takiyat (58) kloter 8 embarkasi Surabaya wafat di Rumah Sakit Arab Saudi, Makkah akibat sistem sirkulasi.



43. Markot Harahap bn Jananggar (76) kloter 4 embarkasi Medan wafat di BPHI Makkah akibat endrokrin nutrisi.



44. Sinap bt Kadal (64) kloter 12 embarkasi Padang wafat di perjalanan, Makkah akibat sistem sirkulasi.



45. Saiful Murni bin Syarifudin (61) kloter 7 embarkasi Banda Aceh wafat di BPHI Makkah akibat gangguan sistem sirkulasi.



46. Uned bin Jatma Madnusi (79) kloter 49 embarkasi Bekasi wafat di BPHI Makkah akibat sistem pernapasan.



47. Momo Rosmawan AMD bin Oyo (62) kloter 53 embarkasi Bekasi wafat di pemondokan Makkah akibat sistem pernapasan.



48. Sularno bin Yatno Sukarto (72) kloter 31 embarkasi Solo wafat di BPHI Makkah akibat sistem sirkulasi.



49. Danih Usin Nibah bin Usin (56) jamaah haji khusus wafat di Masjid akibat sistem sirkulasi.



50. Budiyono bin Masyhudi (59) kloter 2 Solo wafat di Makkah



51. Anwar bin Achmad (67) kloter 33 embarkasi Surabaya wafat di Makkah



52. Lanuhang bin Laupa (68) kloter 23 Ujungpandang wafat di Makkah



53. Udin bin Lambeng (55) kloter 27 embarkasi Ujungpandang di Makkah



54. Maimunah bt Tahir Husin (62) kloter 10 Jakarta di Makkah



55. Achmad Bastoni bin H Abbas Naspin (44) kloter 38 embarkasi Jakarta wafat di Makkah



56. Ahmad Dahlan bin Harjo (79) kloter 6 embarkasi Palembang wafat di Makkah



57. Supono bin Damiri (51) kloter 68 embarkasi Bekasi wakaf di Makkah



58. Muhammad bin Yahya (59) kloter 6 embarkasi Balikpapan di Makkah



59. Usep Supriatna bin H Iskandar (53) kloter 19 embarkasi Bekasi, wafat saat dirawat di BPHI akibat gangguan sirkulasi.



Kalau kita perhatikan Daftar jamaah haji Indonesia yang wafat di atas, rata-rata jamaah yang meninggal sudah berusia di tas 50 tahunan,Hal ini bisa dijadikan pelajaran bahwa sebaiknya melaksankan ibadah haji itu di saat usia masih muda. sehingga secara fisik akan lebih kuat bertahan dengan kondisi yang ada di Tanah suci. Akhirnya marilah kita berdo'a semoga jamaah haji yang wafat di tanah suci diampuni segala-dosanya,dilapangkan kuburnya dan dimasukkan kedalm surganya Allah swt serta  tetap membawa predikat haji yang mabrur.






ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free

Rabu, 10 Oktober 2012

Syarat dan wajib dalam haji


Syarat dan Wajib Dalam Haji 




ibadah haji

Haji-plus.com---Seperti halnya Rukun haji, maka syarat dan wajib haji pun harus dilakukan oleh setiap jamah haji yang hendak melaksankan ibadah haji ke tanah suci. Syarat haji sendiri adalah rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh para jamaah haji, dan apabila syarat itu tidak dipenuhi, maka ibadah hajinya tidak syah.



Begitupula dengan wajib haji.wajib haji adalah rangkaian kegiatan yangwajib dilakukan oleh setiap jamaah dalam melaksanakan ibadah haji sebagai pelengkap Rukun Haji, jika salah satu dari wajib haji ini ditinggalkan, maka ibadah haji tetap sah, namun harus membayar dam atau denda



Berikut syarat dalam ibadah haji :

1. Beragama Islam

2. Berakal ( tidak hilang ingatan )

3. Baligh ( sudah cukup umur )

4. Merdeka ( bukan budak )

5. Mampu ( secara fisik dan harta )



Wajib dalam melaksankan ibadah haji adalah :



1. Niat Ihram, untuk ibadah haji atau umrah dari Miqat Makani, dilakukan setelah berpakaian ihram.



2. Bermalam ( mabit ) di Muzdalifah, pada tanggal 9 Zulhijah (dalam perjalanan dari Arafah ke Mina).



3. Melontar Jumrah Aqabah, pada tanggal 10 Zulhijah yaitu dengan cara melontarkan tujuh butir kerikil berturut-turut dengan mengangkat tangan pada setiap melempar kerikil .

4. Mabit di Mina, pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).



5. Melontar Jumrah Ula, Wustha dan Aqabah, pada hari Tasyrik (tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijah).



6. Tawaf Wada', yaitu melakukan tawaf perpisahan sebelum meninggalkan kota Mekah.



7. Meninggalkan perbuatan yang dilarang saat ihram ibadah haji



ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free









Jumat, 28 September 2012

Koruptor Haram Naik Haji, Setujukah Anda ?


Koruptor Haram Naik Haji, Setujukah Anda ?





haji





Belakangan ini marak terjadi wacana dari jama'ah haji yang sedang melaksanakan ibadah tahun ini  agar para koruptor dilarang atau diharamkan untuk naik haji.Mengingat koruptor sendiri adalaah perampas uang rakyat dan kemungkinan besar dana untuk naik haji itu sendiri dari hasil korupsi.





Menanggapi hal ini Wakil Ketua MPR yang juga Wakil Ketua Umum PPP, Lukman Hakim Saefudin, mendukung wacanayang digulirkan oleh jama'ah  tersebut.Meurut beliau alasan yang dikemukakan jamaah tersebut cukup kuat dan bisa mempertegas upaya pemerintah melakukan pemberantasan korupsi yang akhir-akhir ini sedang marak-maraknya.“Saya setuju wacana itu. Koruptor seharusnya dilarang naik haji, karena tidak seharusnya uang korupsi dipergunakan untuk menunaikan rukun Islam yang ke lima tersebut,” kata dia dalam pernyatannya, Kamis (27/9).





Dikatakannya, koruptor di sini bukan hanya dilihat dari kacamata hukum, tapi lebih kepada kacamata moral. Kalau ada koruptor yang paling tidak paham ajaran agama, lanjut Lukman, paling tidak dia bisa membatalkan niatnya untuk naik haji.





Dengan jumlah koruptor yang banyak di Indonesia, dia yakin jika larangan atau imbauan itu diterapkan, maka dapat mengurangi daftar tunggu jamaah untuk naik haji. ”Jadi, yang berangkat seharusnya adalah rakyat dulu yang menabung dengan susah payah untuk bisa melaksanakan rukun Islam,” tegasnya.


Hak dari rakyat yang jujur, menurutnya, tidak boleh dikalahkan oleh para koruptor dalam menjalankan ibadah haji. “Koruptor itu sudah makan uang rakyat, masak jatah rakyat untuk berhaji mau mereka gunakan juga. Ini namanya makan hak rakyat berkali-kali,” ujarnya.





Tak hanya itu, kata Lukman, setiap orang yang mau beribadah apapun diharuskan untuk melaksanakan shalat taubat, karena memang berhaji itu adalah salah satu jihad di jalan Allah. Para koruptor belum serius bertaubat jika belum mengembalikan harta hasil yang telah dikorupsinya. ”Yah belum sah shalat taubatnya kalau hartanya korupsinya belum dikembalikan kepada rakyat. Nah kalau sudah mengembalikan baru lah bisa melaksanakan ibadah tersebut ,” tegasnya.





Lalu bagaimana dengan anda sendiri, apakah anda juga setuju para koruptor dilarang naik haji ?atau sebaliknya anda tidak setuju kalau para koruptor dilaranguntuk naik haji ? saya yakin anda punya pendapat sendiri tentang wacana para koruptor dilarang naik haji tersebut.





Silahkan anda tanggapi ini semua mealui comment di bawah ini 





Mudah-mudah dengan adanya wacana ini para koruptor bisa lebih sadar lagi dan berfikir lebih jernih, bahwa uang dari hasil korupsi adalah uang haram dan tidak layak digunakan untuk naik haji, dan korupsi adalahperbuatan yang sangat merugikan bangsa dan rakyat Indonesia.


.








ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free

Senin, 24 September 2012

Wapres Boediono Berangkat Haji Tahun Ini



ibadah haji





Berita tentang akan berangkatnya Wapres Boediono ke tanah suci untuk melaksanakan Ibadah haji datang dari juru bicara  wapres Yopi Hidayat melalui pesawat telepon minggu (23 / 09 ).Rencananya Wapres Boediono akan berangkat bersama istrinya Ibu Herawati Boediono dengan menggunakan pesawat kepresidenan pada tanggal 21 Oktober 2012 nanti.





"Dalam rombongan Boediono ini terbatas hanya mengikut-sertakan dokter dan pasukan pengamanan presiden (Paspampres) terbatas, dan yang penting-penting saja dalam pengamanan," kata Yopie.





Manurut Yopie juga, keberangkatan Boediono menunaikan Ibadah haji sebagai tamu undangan kerajaan Saudi, jadi tidak masuk dalam kuota haji Indonesia.Dan kedatangan Boediono juga fokus melaksankan ibadah haji, karena itu tidak ada kunjungan kenegaraan dengan pemerintah Arab Saudi selama berada di sana.





Mudah-mudahan dengan banyak berangkatnya pejabat negara yang melaksankan ibadah haji, mampu membawa negara kita Indonesia ini menjadi negara yang aman, tentram dan sejahtera.Dan Mudah-mudahan Ibadah haji mereka diterima Allah swt





Sumber : http://haji.kemenag.go.id











Rabu, 27 Juni 2012

Haruskah Melaksanakan Ibadah Haji berulang-ulang


ibadah haji




Bagi sebagian kecil orang, terutama mereka yang diberikan kelebihan harta atau rezeki, kebanyakan
mereka ingin melakukan haji berulang kali. seperti halnya  sebahagian
orang yang kaya yang berangkat umrah. Hampir tiap tahun ia berada di
Tanah Suci. Apakah hal yang seperti itu dianjurkan dalam Islam ?





Ibadah haji dan umroh,  merupakan ibadah yang dilakukan sekali seumur hidup, hal ini  diungkapkan dalam sebuah hadis. Nabi Muhammad Shollalahu 'Alaihi wasallam, beliau  pernah
berkata, “Ibadah haji wajib dilakukan satu kali seumur hidup dan
apabila seseorang melakukannya lebih dari satu kali maka hal itu
merupakan nafi (sunah).”





Rasulullah Shollalahu 'Alaihi wasallam sendiri melaksanakan ibadah haji hanya  sekali seumur hidupnya. Haji yang kita kenal
dengan Haji Wada’ sekaligus menjadi penutup dari risalah kenabian
beliau. Begitupula halnya dengan para sahabat yang melakukan ibadah haji cuma
sekali. Mengingat hadis yang disampaikan Rasulullah, bahwa wajib ibadah haji
hanya sekali seumur hidup.





Walau demikian, banyak juga diantara kaum Muslimin yang berkeinginan
sesering mungkin datang ke Tanah Suci. Sebagian mereka beralasan karena
rindu dengan Ka’bah. Rindu dengan suasana Tanah Suci dan ingin
mengundang kembali kekhusyukan beribadah di Tanah Suci.





Sebahagian lagi beralasan ingin mendulang pahala lebih banyak,
mengingat pahala shalat di Masjidil Haram adalah 10 ribu kali lipat dari
shalat di tempat biasa. Demikian juga dengan shalat di Masjid Nabawi
yaitu seribu kali lipat dari shalat di tempat lain.





Hal tersebut tidaklah salah. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shollalahu 'Alaihi wasallam bagi mereka yang melaksanakan haji dan umrah
beberapa kali tersebut. Perihal ini juga dikuatkan dengan hadis yang
disampaikan oleh Abu Hurairah RA bahwa Nabi SAW pernah bersabda,
“Melaksanakan ibadah umrah setelah umrah sebelumnya menghapuskan dosa
yang dilakukan di antara keduanya, dan tiada pahala untuk haji mabrur
kecuali surga.”





Menunaikan umrah juga bertujuan untuk menghapus dosa. Asalkan
ditunaikan dengan benar dan berasal dari harta yang halal lagi baik.


Namun, ibadah haji dan umrah adalah ibadah sosial. Sebelum berangkat
haji lagi, hendaklah ia memerhatikan lingkungan sosial di sekitarnya.
Tegakah ia berangkat haji dan berleha-leha menunaikan umrah, sementara
ada tetangga dan karib kerabatnya yang sedang dilanda kesusahan?





Sumber : republika.co.id


Redaktur: Chairul Akhmad

Reporter: Hannan Putra