Tampilkan postingan dengan label wisata umroh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata umroh. Tampilkan semua postingan

Selasa, 15 Januari 2013

Biaya umroh lunas hanya dengan sedekah

cara mudah melunasi biaya umroh
Biaya umroh lunas hanya dengan sedekah? Bagaimana mungkin, melakukan wisata umroh tanpa mengeluarkan uang sepeserpun? Sepertinya artikel yang saya tulis ini terkesan mengada-ada. Koq bisa, pergi umroh tanpa harus mengeluarkan uang seperakpun. Padahal, seperti yang kita ketahui, harga umroh terbilang hanya bisa kejangkau oleh masayarakat kelas menengah ke atas. Tapi jika biaya umroh terjangkau oleh orang yang hidupnya sangat bersahaja, ini benar-benar keajaiban yang luar biasa.

Keinginan untuk melakukan wisata umroh adalah impian besar setiap hamba Allah. Wisata umroh dilakukan setelah daftar tunggu perjalanan haji memakan waktu yang sangat lama sekali. Oleh karena itu, wisata umroh menjadi pilihan seorang muslim agar bisa mengunjungi Baitullah. Bagi masyarakat berduit, harga paket umroh bukan menjadi soal. Namun, bagi masyarakat kelas menengah ke bawah, harga paket umroh bisa menjadi sebuah kendala. Mereka akan mengalami kesulitan untuk membayar biaya umroh meski ada harga paket umroh ekonomis sekalipun.

Kenyataan ini dirasakan oleh seoarang hamba Allah yang bernama Suwarto. Berprofesi sebagai penjual sayur-mayur keliling, penghasilan Pak Warto, begitu dia biasanya dipanggil, hanya cukup untuk makan sehari-hari keluarganya dan biaya pendidikan sekolah kedua anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar  dan Sekolah Menengah Pertama. Sebagai kepala keluarga, Pak Warto hanya memiliki satu keinginan saja, yaitu; menyekolahkan kedua anaknya sampai Sekolah Menengah Atas (SMA). Untuk keinginan-keinginan yang lain, apalagi melakukan wisata umroh, hanyalah impian yang terlalu sulit untuk dilakukan.

Di mata masyarakat tempat Pak Warto dan keluarganya tinggal, dia dipandang sebagai pribadi sholeh yang sangat menyenangkan. Disamping rajin ibadah, Pak Warto juga termasuk orang yang suka menolong tetangga-tetangganya tanpa pamrih, baik memberikan pertolongan berbentuk jasa ataupun uang. Menurut beberapa tetangganya, Pak Warto tidak pernah absen mengeluarkan infaq saat shalat jumah berjamaah. Mereka menambahkan, Pak Warto selalu memberi sedekah kepada pengemis yang mendatangi rumahnya. Ia juga termasuk orang yang cepat mengulurkan bantuan berbentuk uang kepada tetangganya yang sedang ditimpa musibah.

Saya lanjutkan cerita “biaya umroh lunas hanya dengan sedekah” ini. Alkisah, suatu hari Pak Warto diajak oleh seorang ustadz untuk menghadiri acara tasyakuran kenalannya. Setiba dirumah sang pemilik rumah, Pak Ustad diajak bicara empat mata oleh pemilik rumah. Inti dari pembicaraan itu adalah bahwa sang pemilik rumah berencana akan melakukan wisata umroh bersama keluarganya. Dan ia berkeinginan untuk mengajak pak ustad melakukan wisata umroh bersama keluarganya. Di luar dugaan, Sang Ustad tidak bisa menerima ajakan sahabat karibnya tersebut. Karena jadwal umroh sahabatnya bertepatan dengan rencana kepergiannya ke luar kota. Dan ia berharap kepada sahabatnya untuk mengajak Pa Warto sebagai orang yang bisa menggantikan wisata umrohnya. Pak Warto dibuat kaget bukan kepalang, karena sahabat Ustad ternyata dengan senang hati menerima sarannya. Duh, Pak Warto meneteskan air mata bahagia mendengar kabar ini. Ia tidak menyangka, bahwa ia berkesempatan berkunjung ke Baitullah dengan tanpa membayar biaya paket umroh sepeserpun. Inilah buah sedekah yang senantiasa Pak Warto lakukan dalam kehidupan sehari-harinya.

Para pembaca setia artikel wisataumrahhaji.com, sungguh Allah akan menepati janji-janjinya kepada orang yang dekat dan tunduk kepada-Nya. Allah akan membalas sedekah seorang hambanya dengan jalan memberi kemudahan-kemudahan hidup dan mengabulkan harapan dan impian hambanya yang shaleh. Semoga cerita”biaya umroh lunas hanya dengan sedekah” bisa menginspirasi kita untuk meniru jejak-jejak amal kebaikan Pak Warto sebagai langkah awal untuk mendekatkan diri kepada Sang Khalik dan mengharapkan keridhoannya. Kita sadar bahwa biaya umroh memang mahal. Tapi jika Allah menentukan takdir-Nya, sekalipun kita termasuk kalangan menengah kebawah, kita bisa memiliki kesempatan untuk melakukan wisata umroh kapanpun juga. Amien





Jumat, 21 Desember 2012

Hindari beberapa kesalahan dalam melaksanakan ibadah haji


Melaksanakan ibadah haji membutuhkan bekal yang cukup. Ada dua bekal yang harus dimiliki sebelum berangkat ke tanah suci, yaitu; bekal harta dan bekal ilmu. Jika kedua-duanya dimiliki oleh jamaah haji, ia akan terhindar dari berbagai macam bid'ah dan kesalahan yang sering dilakukan oleh jamaah haji selama ini. Sehingga predikat haji mabrur pun akan diraihnya dengan ridha Allah ta`ala.


      Berangkat dari harapan mulia inilah, penulis ingin memaparkan beberapa kesalahan atau bid'ah (hal- hal yang diada-adakan dalam agama) yang dapat menghalangi seseorang untuk meraih predikat haji mabrur. Berikut ini adalah kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh jamaah haji. 
A. Kesalahan-kesalahan yang dilakukan sebelum berangkat ke tanah suci, yaitu:

1. Mengadakan acara pesta (selamatan) dengan diiringi bacaan doa atau pun shalawat tertentu.Bahkan terkadang dengan iringan musik tertentu. Perbuatan semacam ini tidak pernah dicontohkan oleh junjungan kita Nabi Muhammmad SAW dan para shahabatnya.

2. Mengiringi keberangkatan jamaah haji dengan adzan atau pun musik. 

3. Mewajibkan dirinya berziarah ke kuburan sanak-famili dan orang-orang shalih. 

4. Keyakinan oleh masyarakat setempat bahwa calon jamaah haji itu selalu diiringi malaikat sepekan sebelum keberangkatannya, sehingga doanya mustajab. 

5. Kepergian wanita ke Baitullah tanpa disertai mahramnya. Atau melakukan apa yang diistilahkan dengan 'persaudaraan nisbi / semu', yaitu menjadikan seorang jamaah haji pria sebagai mahram bagi si wanita dalam perjalanan hajinya (padahal pria tersebut bukan mahram yang sesungguhnya), yang kemudian dapat bermu'amalah sebagaimana layaknya dengan mahramnya sendiri. Demikian pula 'nikah nisbi / semu', yaitu dinikahkannya seorang calon jamaah haji wanita (baik sudah bersuami atau belum) dengan calon jamaah haji pria, yang kemudian keduanya dapat bermu'amalah sebagaimana layaknya suami-istri. Tentu, yang demikian ini adalah kemungkaran yang tidak diridhai Allah SWT. 

6. Melakukan ibadah haji semata-mata bertujuan untuk berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW.

7. Melakukan shalat dua rakaat ketika akan berangkat haji. 

8. Bersalaman bahkan berpelukan dengan seseorang yang bukan mahramnya menjelang keberangkatan ke tanah suci. 


B. Ketika berihram dan Bertalbiyah 

1. Melewati miqatnya dalam kondisi tidak ihram. Hal ini sering terjadi pada sebagian jamaah haji Indonesia kelompok kedua yang melakukan perjalanan dari tanah air (langsung) menuju Makkah.Mereka tidak berihram ketika melewati miqat (di atas pesawat terbang) dan baru berihram setibanya di Jeddah. Padahal kota Jeddah bukanlah miqat menurut pendapat yang benar. 

2. Bertalbiyah bersama-sama dengan dipimpin seseorang di antara mereka. 

3. Selalu dalam keadaan menampakkan pundak kanan ketika berihram (idhthiba '), padahal yang demikian itu hanya disunnahkan pada thawaf Qudum. 

4. Meninggalkan bacaan talbiyah dan menggantinya dengan tahlil dan takbir. 


C. Beberapa Kesalahan Ketika Thawaf 

1. Mengharuskan diri untuk mandi sebelum berthawaf. 

2. Melafadzkan niat thawaf. 

3. Mengangkat kedua tangan saat berisyarat kepada Hajar Aswad, seperti ketika takbiratul ihram dalam shalat. 

4. Memulai putaran thawaf sebelum rukun Hajar Aswad. 

5. Melakukan shalat tahiyyatul masjid sebelum thawaf. 

6. Hanya mengelilingi bangunan Ka'bah yang bersegi empat saja dan tidak mengelilingi Hijr. 

7. Melakukan jalan cepat (raml) pada seluruh putaran thawaf, padahal itu hanya dilakukan pada 3 putaran pertama dan itu pun khusus pada thawaf Qudum saja. 

8. Berdesak-desakan untuk mencium Hajar Aswad, yang terkadang sampai mendzalimi jamaah haji lainnya. 

9. Mengusap-usap Hajar Aswad dalam rangka tabarruk (mengais berkah) dan berkeyakinan bahwa yang demikian itu dapat mendatangkan manfaat dan menolak bala. 

10. Mencium dan mengusap-usap sebagian sudut Ka'bah atau keseluruhannya. Bahkan terkadang ada yang menarik-narik kiswah (kain penutup Ka'bah) untuk menyobeknya guna dijadikan jimat. 


      Demikian beberapa kesalahan yang sering dilakukan oleh jamaah haji saat mereka melaksanakan rukun Islam ke lima ini. Sayang amat sayang, jika kesalahan-kesalahan itu terus dilakukan. Ibadah haji yang seharusnya dilakukan dengan khusuk, namun tiada berarti karena tidak sesuai dengan apa yang dituntunkan oleh Nabi Muhammad SAW. Masih banyak kesalahan yang sering dilakukan jamaah haji. Penulis akan menjelaskan kesalahan-kesalahan tersebut nanti. 

Rabu, 12 Desember 2012

Panduan Ringkas Ibadah Umroh


panduan umroh
Panduan ringkas ibadah umroh terkadang diperlukan untuk beberapa jamaah umroh, terutama jamaah umroh yang baru pertama kali hendak melaksanakan ibadah umroh, baik yang berangkat secara mandiri maupun melalui travel umroh dan haji. Berikut coba kami uraikan panduan ringkas ibadah umroh yang merupakan rangkaian daripada ibadah umroh itu sendiri.

SEBELUM BERANGKAT
1. Menggunting kuku
2. Merapikan rambut dan kumis
3. Mencukur rambut ketiak dan kemaluan

IHRAM DAN NIAT DI MIQAT
1. Mandi
2. Memakai minyak wangi di badan
3. Mengenakan pakaian ihrom
4. Berniat dalam hati, kemudian mengucapkan: "Labbaikallahuma umrotan"
    Bila khawatir ada halangan, baca: "Allaahumma mahilli haytsu habastanii"
    Menghadap kiblat membaca: "Allaahumma haadzihi umrah, laa riyaa-a fiihaa wa laa sum'ah"
5. Dilanjutkan dengan membaca talbiyah: "Labbaikallaahumma labbaik, labbaika laa syariika lakka labbaik,
    innal hamda wanni’mata laka wal mulk laa syariika lak"
6. Bacaan talbiyah dilanjutkan sendiri - sendiri sampai dengan sebelum Thawaf
7. Berwudlu

MASUK MASJIDIL HARAM
Dengan kaki kanan terlebih dahulu, membaca: "Allaahummaftahlii abwaaba rohmatik"

THAWAF KELILING KA’BAH
Persiapan:
- Saat thawaf, laki2 idhtiba’ (memakai ihram, dengan posisi pundak kanan terbuka dan pundak kiri tertutup).
- Thawaf harus suci dari hadast besar dan kecil
Pelaksanaan:
1. Mulai thawaf dari sudut hajar aswad apabila memungkinkan, menciumnya dan jika tidak, cukup mengusap atau dengan isyarat. semuanya sambil membaca: "Bismillaahi Allaahu akbar"
2. Untuk laki2, melakukan roml (lari-lari kecil pada 3 putaran pertama)
   - Tidak ada bacaan khusus, bisa membaca Al Quran, doa atau zikir
   - Jangan thawaf di dalam hijr ismail
3. Sampai di rukun yamani, kalau bisa usap rukun yamani usaplah, jika tidak, tidak ada lambaian tangan
4. Antara rukun yamani dan hajar aswad membaca:"Rabbanaa aatinaa fiddun-yaa hasanah wafil aakhirati hasanah waqinaa ‘adzaabannaar"
Langkah 1,3,4 dilakukan 7 kali putaran Langkah 2 hanya untuk putaran 1-3
Keterangan:
•  selain hajar aswad dan rukun yamani tidak diusap
•  bila batal wudlu, harus mengambil wudlu dan melanjutkan jumlah sisa putaran
•  Setelah selesai thawaf, bahu kanan kembali ditutup dengan kain ihram

SHOLAT DI MAQAM IBRAHIM
Di maqom Ibrahim, baca : "Wattakhidzuu mim maqaami ibraahiima musholla"
•  Shalat 2 rakaat di belakang maqom Ibrahim atau bisa dimana saja di masjidil haram.
•  Rakaat pertama Al Kafirun, rakaat kedua Al Ikhlas

MINUM AIR ZAMZAM
Minum air zamzam dengan membaca basmalah, berdoa apa saja yg diiginkan dan diakhiri dengan hamdalah. Lalu air zamzam disiramkan ke kepala

KE HAJAR ASWAD
Kembali ke hajar aswad dan sentuh lagi hajar aswad. Kalau tidak bisa, cukup dengan melambaikan tangan saja.Kedua2nya dilakukan sambil membaca "Bismillaahi Allahu akbar"

SA’I DI SHOFA - MARWAH
•  Tidak harus wudlu.
1. Apabila telah mendekati bukit shofa baca: "Innash-shofaa wal marwata min sya’a- irillaah, faman hajjalbaita awi’tamaro falaa junaa ha álaihi ay-yaththowafa bihimaa, wa man tathowwa’a khoiron fa innallaaha syaakirun ‘aliim"
   Bacaan di atas hanya dibaca satu kali
2. Kemudian membaca: "Nabda-u bimaa bada-Allahu bih"
3. Setelah di atas bukit shofa, lalu menghadap kabah dan mengucapkan:
   "Allaahu Akbar (3x) laa-ilahailallaahu wahdahu laa syariika lah, lahul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir, Laa-ilaha ilallaahu wahdah, anjaza wa’dah wa nashoro abdah wa hazamal ahzaaba wahdah" Baca sebanyak 3x
   Berdoa apa saja diantaranya
4. Berjalan ke Marwah, sambil zikir/doa
5. Bila ketemu tanda hijau, untuk laki2 berlari2 kecil sampai tanda berikutnya Bacaan diantara kedua tanda hijau: "Robbighfir warham innaka antal a‘azzul akram"
6. Sampai di Marwah baca bacaan yang sama dengan di Shofa sambil menghadap ka’bah
7. Turun lagi ke arah Shofa, untuk hitungan  ke-2. Begitu seterusnya sampai 7 kali, maka sai berakhir di Marwah

TAHALLUL
Mencukur rata rambut, lebih afdhol menggundulkannya

KELUAR MASJIDIL HARAM
Dengan kaki kiri duluan dan membaca: "Allaahumma inni as-aluka min fadlik"

Demikianlah panduan ringkas ibadah umroh yang dapat kami sajikan, mudah-mudahan bermanfaat bagi calon jamaah yang berniat melaksanakan ibadah wisata umroh.

Paket Travel Baitussalam Jakarta