Tampilkan postingan dengan label tata cara umroh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tata cara umroh. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Mei 2013

Pengertian Umroh, Hukum, Syarat, Rukun dan Wajib Umroh

syarat umroh

Pengertian umroh, hukum, syarat, rukun dan wajib umroh ini perlu kami sampaikan mengingat masih banyak jamaah yang belum memahami bahkan mengetahui apa itu umroh, apa syarat-syarat umroh itu, wajib umroh, dan juga rukunnya. Pada kesempatan ini admin ingin mencoba sekdar sharing tentang hal-hal yang berhubungan dengan ibadah umroh itu sendiri.

Pengertian Umroh


Umroh adalah mengunjungi Ka'bah (biatullah) untuk melaksanakan serangkaian kegiatan ibadah ( thawaf, sa'i, tahallul ) dengan syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan dalam al-Qur'an maupun sunnah Rasulillah SAW.

Hukum Melaksanakan Umroh

Hukum melaksanakan umroh sendiri adalah sunnah bagi setiap muslim yang mampu melaksanakannya, baik mampu secara materi maupun non materi.Pelaksanaan umroh sendiri dapat dilakukan kapan saja kecuali pada hari Arafah yaitu tanggal 10 Zulhijjah dan hari tasrik yaitu pada tanggal 11, 12 dan 13 Zulhijjah

Sebagian ulama berpendapat bahwa hukum melaksankan umroh adalah wajib atau fardu bagi orang yang belum melaksankan sementara dia mampu untuk melaksanakannya.Naun demiakian ada pula sebagain ulama yang mengatakan bahwa ibadah umroh itu hukummnya sunnah mu'akkad.

Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh imam Muslim mengatakan bahwa melaksanakan ibadah umroh pada bulan Ramadhan nilainya sama dengan melaksanakan ibadah haji

Syarat, Rukun dan wajib umroh

Syarat Umroh

  1. Beragama Islam
  2. Baligh
  3. Berakal sehat
  4. Merdeka ( Bukan budak )
  5. Mampu

Rukun Umroh

  1. Niat ihram dari Miqot
  2. Tawaf
  3. Sa'i
  4. Tahallul ( gunting rambut )
  5. Tertib

Wajib Umroh 

  1. Niat ihram umroh di Miqot
  2. Meninggalkan larangan selama ihram

Tahapan atau urutan Kegiatan umroh

  • Berangkat menuju Miqot
  • Mandi kemudian berpakain ihram di Miqot ( boleh juga dilakukan di pemondokkan sebelum berangkat miqot )
  • Berpakain ihram sambil sholat sunnah ihram 2 rakaat, dianjurkan dalam sholat sunnah ihram (setelah membaca al-fatihah ) membaca surat al-kafirun pada rakaat pertama dan membaca surah al-Ikhlas pada rakaat kedua
  • Melafalzkan niat umroh minimal membaca " labbaikallahu umrotan " atau  yang lengkap membaca " nawaitul 'umrota wa ahromtu bihaa lillahi ta'aalaa
  • Selanjutnya seluruh jamaah menuju Mekkah dengan menempuh perjalanan sejauh 450 KM dengan berpakain ihrom sambil membaca talbiah sebanyak-banyaknya sepanjang perjalanan sampai masuk ke kota Mekkah
  • Sampai di pemondokkan menata barang bawaan dan jamaah tetap dengan berpakaian ihram
  • Selanjutnya menuju Masjidil haram dengan tetap berpakaian ihram dan diusahakn masuk Masjidil harom melalui pintu Baabussalam. Melihat ka'bah dan melintas makam nabi Ibrahim sambil berdo'a, kemudian langsung menuju rukun Hajar Aswad.
  • Melakukan thawaf / mengelilingi Ka'bah sebanyak 7 kali
  • Melakukan thawaf, yaitu berjalan antara bukit Safa dan Marwa sebanyak 7 kali balikkan
  • Setelah selesai melakukan sa'i yang berakhir di bukit Marwa, melakukan Tahallul / menggunting rambut minimal 3 helai rambut
  • Setelah itu selesailah kegiatan umroh, dan jamaah dihalalkan / dibebaskan dari larangan selama melakukan ihram, boleh melepas pakaian ihram dan berganti dengan pakaian biasa.

Larangan selama melaksankan ihrom umroh

  • Tidak boleh mencabut dan memotong rambut, menggaruk sampai kulit terkelupas, memotong kuku
  • Tidak boleh memakai wangi-wangian / parfum
  • Tidak boleh bertengkar
  • Tidak boleh melakukan hubungan suami istri
  • Tidak boleh bermesraan
  • Tidak boleh berkata kotor, perkataan yang tidak baik, bicara porno, jorok
  • Tidak boleh menikah atau menikahkan
  • Tidak boleh berburu binatang atau membantu berburu
  • Tidak boleh membunuh bintang, kecuali yang menganvcam jiwa
  • Tidak boleh memotong atau mencabut tumbuhan dan segala hal yang mengganngu kehidupan makhluk di dunia ini
  • Tidak bol;eh berhias atau berdandan
  • Pria tidak boleh memakai penutup kepala, pakaian yang berjahit, memakai alas kaki yang menutup mata kaki
  • Wanita tidak boleh menutup wajah dan memakai sarung tangan yang dapat menutup telapak tangan.
Demikian artikel  tentang Pengertian umroh, hukum, syarat, rukun dan wajib umroh ditambah dengan artikel tentang tahapan pelaksanaan ibadah umroh dan larangan selama melaksankan ihram umroh, mudah-mudahan dapat membantu jamaah yang ingin melaksanakan kegiatan ibadah umroh, sehingga seluruh jamaah dapat melaksankan ibadah umroh dengan tenang, aman dan nyaman dan kembali ke tanah air dengan membawa umroh yang mabrur yang maqbul.

Selasa, 19 Maret 2013

Tata Cara Umroh Start dari Madinah dan Mekkah

tata cara umroh
Tata cara umroh start Madinah dan Mekkah merupakan salah satu proses pelaksanaan ibadah umroh yang harus diperhatikan oleh setiap jamaah umroh. Mengingat masih banyaknya kesalahan yang dilakukan oleh sebagian jamaah ketika melaksankan ibadah umroh. Tata cara umroh ini, insya Allah sudah sesuai dengan aturan atau tuntutan yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW.Tata cara umroh kali ini dikhususkan bagi jamaah yang start keberangkatannya dari kota Madinah.

Berikut ini tata cara umroh strat Madinah : 

  1. Seluruh jamaah pergi ke tempat miqat ( tempat dimana kita mulai niat melaksankan umroh dengan mengenakan pakaian ihram) di Bir Ali. Namun demikian ada sebagian jamaah yang mulai mengenakan pakaian ihram semenjak dari Madinah, hal ini diperbolehkan, namun demikian niat ihramnya tetap dimulai di Bir Ali . Setelah mengganti pakaian, jamaah melaksanakan sholat sunnah ihram sebanyak dua rakaat. Berikut lafaz niat ihram / umroh " Labbaikallhumma umrotan "  yang artinya " saya penuhi panggilanmu ya Allah untuk melaksanakan umroh "
  2. Larangan bagi jamaah selama memakai pakaian ihram : tidak diperbolehkan memakai wangi-wangian, mandi dengan menggunkan sabun mandi, sikat gigi menggunkan odol, memakai kopiah atau pakaian dan aksesoris pakaian lainnya, serta dilarang keras melakukan hubungan suami istri.
  3. Tata cara umroh yang berikutnya adalah membaca kalimah talbiah sebanyak-banyaknya “Labbaikallohumma labbaik. Labbaika la syarikalaka labaik. Innal hamda wanni’mata laka wal mulk, la syarikalak”.
    (“Saya penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tidak ada sekutu bagi-Mu, aku penuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian dan kenikmatan adalah milik-Mu dan juga kerajaan, tidak ada sekutu bagi-Mu”). Kalimah Talbiah ini dibaca selama perjalanan menuju ke Mekkah / Masjidil Haram
  4. Setelah sampai di di Masjidil Haram, jamaah melaksankan thawaf mengeliingi ka'bah sebanayk 7 kali dengan rincian, putaran 1-3 berlari-lari kecil, putaran 4-7 jamaah melakukan jalan biasa.Dengan tempat awal mulai melaksankan thawaf : garis lurus ( garisnya tidak ada ) antara pintu ka'bah dan tanda lampu yang dipasang di sisi masjid. Pada batas ini, jamaah melambaikan tangan 3 kali sambil mata tertuju ke ka'bah, seraya mengucapkan " Bismillah, Allahu akbar". Dan selama pelaksanaan thawaf, jamaah membaca do'a. Untuk do'a yang dibaca selama thawaf hendaknya jamaah membaca do'a yang di anjurkan oleh syariat islam, atau paling mudahnya membaca do'a " Robbana aatina fiddunya hasanah, wafil aakhiroti hasanah waqinaa azaa bannaar"
  5. Selanjutnya dalam tata cara umroh ini, jamaah melaksankan sholat sunnah dua rakaat di depan makam Nabi Ibrahim 
  6. Jamaah minum air zamzam secukupnya didahuli membaca do'a
  7. Selanjutnya jamaah melaksankan sa'i antara bukit shafa dan Marwa, sebanyak 7 kali bolak balik
  8. Jamaah mencukur rambut, dalam hal mencukur rambut ini, jamaah bisa cukur sebagian rambut, dan lebih afdolnya mencukur seluruh rambut. Ada juga sebagian jamaah yang mencukur rambutnya sebagian dulu sesaat sampai di Marwa pada putaran terakhir,sebagai tanda bahwa ritual umroh sudah selesai dilaksanakan. Nanti pada saat keluar masjid, bertemu tukang cukur, barulah dicukur seluruh tambutnya.
Alahamdulillah, berarti sudah selesai pelaksanaan tata cara umroh ini. 

Tata cara umroh Start dari Makkah

 
Bagi jamaah yang start dari Mekkah maka tata cara umroh  nya dimulai dari Tan'im sebagai tempat mulai miqatnya. Jadi jamaah menuju ke Tan'im dulu untuk meaksanakan niat ihram, baru ke Masjidil haram untuk melaksankan thawaf, dan setrusnya urutannya sama dengan tata cara umroh start dari Madinah.

Demikian tata cara umroh start dari Madinah dan Mekkah, mudah-mudahan informasi tentang tata cara umroh ini sedikit banyak bisa membantu para jamaah yang ingin melaksanakan ibadah umroh di tanah suci, terutama bagi jamaah yang belum pernah sama sekali menginjakkan kakinya di tanah suci baik untuk melaksanakan ibadah umroh maupun ibadah haji plus atau reguler. Selain harus mengetahui tata cara umroh di atas, jamaah juga harus mengetahui syarat syarat umroh lainnya,atau panduan dalam melaksankan ibadah umroh lainnya, demi ksempurnaan jamaah dalam melaksanakan umroh, dan mewujudkan impian atau tujuan untuk meraih umroh yang mabrur yang maqbul, diterima di sisi Allah SWT.Amiin ya Robbal Alamiin.





Kamis, 03 Januari 2013

Rukun, Wajib dan Sunnah dalam Ibadah Umroh

rukun umroh
Sebelum pembahasan tentang rukun, wajib dan sunnah dalam ibadah umroh, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu definisi umroh itu sendiri baik itu syarecara bahasa maupun secara syar'i. Secara bahasa umroh mengandung arti 'kunjungan', sementara secara syar'i umroh adalah : kunjungan ke Baitullah (Rumah Allah) di Makkah dalam keadaan berihram (memakai pakaian ihram serta tidak melakukan larangan ihram) dan melaksanakan tata cara (manasik) yang sudah ditentukan.Oleh karena itu hampir seluruh rukun haji dilaksanakan (kecuali wuquf di Arafah),Dan umroh itu sendiri bisa disebut juga haji kecil

Nah, jamaah umroh itu sendiri selain dia harus melaksankan persyaratan umroh sebagai syarat administratif yang ditentukan oleh pihak penyelenggara atau travel umroh ditempat mereka mendaftar,Mereka juga harus melaksanakan rukun, wajib dan sunnah dalam ibadah umroh :

Rukun Umroh : 
Rukun umroh itu sendiri memiliki pengertian sebuah perbuatan yang apabila salah satu dari amal Rukun ini ditinggalkan maka Umrah yang dilakukan tidak sah dan tidak dapat diganti dengan denda atau dam. Rukun Umroh ada lima, yaitu :
  1. Niat Ihram, 
  2. Thawaf,
  3. Sai,
  4. Tahalul 
  5. Tertib.
Wajib umroh :
Wajib umroh mempunyai pengertian ; amalan yang harus dilakukan pada saat melaksanakan ibadah Umrah. Bila tertinggal maka diharuskan menggantinya dengan membayar Dam dan Umrahnya menjadi sempurna setelah Dam tersebut terbayarkan. Sebagaimana Hadist Nabi “Barang siapa meninggalkan suatu ibadah (amalan wajib dalam Haji Umrah) atau lupa maka dia wajib menyembelih kurban” (H.R Malik)

Sunnah Umroh

Sunnah dalam ibadah umroh adalah amalan  pelengkap dan penyempurna bagi pelaksanaan ibadah Umrah; diberi pahala bagi mereka yang mengerjakan tetapi apabila pelaksanaannya tertinggal tidak membatalkan ibadah Umrah dan tidak membayar Dam.
 
Yang termasuk amalan sunnah adalah : 
  1. Mandi ihram (sebelum ihram)
  2. Memakai wangi-wangian sebelum ihram (bagi laki–laki)
  3. Melafazdkan niat ihram di miqot sesudah shalat
  4. Mengulang bacaan talbiyah
  5. Berdo’a saat memasuki kota Mekkah
  6. Berdo’a saat masuk Masjidil Haram
  7. Berdo’a saat melihat Ka’bah
  8. Mencium Hajar Aswad
  9. Shalat di Hijir Ismail,
  10. Minum Air Zam -zam dan
  11. Memperbanyak melaksanakan Thawaf Sunnah.

Setelah mengetahui rukun, wajib dan sunnah dalam ibadah umroh jamaah juga diharuskan mengetahui urutan atau tatacara mansik umroh, biasanya sebelum pemberangkatan jamaah ke tanah air, travel umroh tempat jamaah mendaftarkan umroh mempunyai program umroh untuk para jamaahnya, dengan tujuan agar jamaahnya tidak kebingunan selama melaksanakan umroh di tanah suci nantinya.